TUGAS 8 MANAJEMEN KONSTRUKSI-5F-MUHAMMAD FATHURRAHMAN-2019D1B152
NAMA: MUHAMMAD FATHURRAHMAN
KELAS: 5F
NIM: 2019D1B152
Pertemuan ke-8
A. Pengertian Manajemen
Manajemen merupakan suatu rangkaian aktivitas,(termasuk perencanaandan dan pengambilan keputusan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian) yang diarahkan pada sumber-sumber daya organisasi (manusia, finansial, fisik, dan informasi) untuk mencapai tujuan organisasi dengan cara yang efektif dan efisien.
Masing-masing orang dapat memandang manajemen sesuai dengan cara pandang mereka. Walaupun berbeda dalam cara pandang, namun konsep manajemenk tetap mengacu pada perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian.
1.
Suatu rangkaian kegiatan yang dimulai dari kegiatan merencanakan, melaksanakan serta mengkoordinasikan apa yang direncanakan sampain dengan kegiatan mengawasi atau mengendalikannya.
2. 2. Manajemen Sebagai Suatu Ilmu dan Seni
Upaya pencapaian tujuan dengan pendekatan (approach) menjelaskan fenomena dan gejala manajemen serta mentransformasikan dan mengidentifikasi proses manajemen berdasarkan kaidah ilmiah. Manajemen sebagai suatu ilmu memiliki cirri-ciri sebagai berikut :
a. Prinsip dan konsep manajemen dapat dipelajari
b. Decision making dapat didekati dengan kaidah-kaidah ilmiah.
c. Objek dan sarana manajemen untuk mencapai tujuan sebagian adalah elemen-elemen yang bersifat materi.
d. Dalam penerapannya manajemen memerlukan pendekatan dari bidang ilmu yang lainnya.
Manajemen sebagai seni diartikan sebagai pendekatan pencapaian tujuan yang lebih banyak dipengaruhi oleh kekuatan pribadi, bakat, dan karakter pelaku-pelaku manajemen terutama dari unsure manajer atau pimpinan, ciri-cirinya yaitu:
a. Kesuksesan dalam mencapai tujuan sangat dipengaruhi dan didukung oleh sifat-sifat dan bakat para manajer
b. Dalam proses pencapaian tujuan sering kali melibatkan unsure naluri (instinct), perasaan, dan intelektual
c. Dalam pelaksanaan kegiatan, factor yang cukup yang menentukan keberhasilannya adalah kekuatan pribadi kreatif yang dimiliki.Proses manajemen tidak hanya berkaitan dengan masalah kebendaan, namun juga berhubungan dengan manusia.
3. Manajemen Sebagai Profesi
Mereka yang bekerja dalam organisasi dengan menggunakan keahliannya dikelompokkan dalam kelompok manajemen profesional. Manajemen Sebagai Kumpulan Orang untuk Mencapai Tujuan Setiap kegiatan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih secara kooperatif dalam organisasi disebut sebagai aktivitas manajemen.
3.Pengertian Efektif dan Efisien
1. Efektif
Efektif (effective) berarti membuat keputusan yang tepat dan mengimplementasikannya dengan sukses. Efektif merupakan suatu pencapaian tujuan secara tepat atau memilih tujuan-tujuan yang tepat dari serangkaian alternative atau pilihan cara dan menentukan pilihan dari beberapa pilihan lainnya. Efektifitas bisa juga diartikan sebagai penukuran keberhasilan dalam pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan.
Efektivitas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan dalam mencapai sasaran-sasaran (hasil akhir) yang telah ditetapkan secara tepat. Antara efektivitas dan efisiensi itu saling terkait. Organisasi tidak hanya dituntut mengejar tujuan semata, akan tetapi bagaimana tujuan itu bisa dicapai dengan cara efektif dan efisien. Organisasi yang mencapai suatu kesuksesan adalah organisasi yang mampu menciptakan secara bersama-sama tingkat efisiensi dan efektivitas yang tinggi.
2. Efisien
Efisiensi adalah penggunaan sumber daya secara minimum guna pencapaian hasil yang optimum. Efisiensi menganggap bahwa tujuan-tujuan yang benar telah ditentukan dan berusaha untuk mencari cara-cara yang paling baik untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Efisiensi hanya dapat dievaluasi dengan penilaian-penilaian relatif, membandingkan antara masukan dan pengeluaran yang diterima.
Efisiensi merupakan bagian yang terpenting dalam manajemen karena mengacu pada hubungan antara keluaran dan masukkan (output/input). Menurut Drucker, efisiensi berarti mengerjakan sesuatu dengan benar (doing things right), sedangkan efektif adalah mengerjakan sesuatu yang benar (doing the right things). Sederhananya, efisiensi menunjukkan kemampuan organisasi dalam menggunakan sumber daya dengan benar dan tidak ada pemborosan.
Efisien (efficient) berarti menggunakan berbagai sumber daya secara bijaksana dan dengan cara yang hemat biaya. Summer H Slichter dalam “enclycopedia of the social sciences” menyimpulkan bahwa ada tiga macam efisiensi pada dewasa ini, yaitu: ini
efficiency (efisiensi mesin/ benda) yaitu:
Perbandingan antara jumlah satuan benda yang depergunakan dan benda yang berhasil.
b. Pecuniary/ business efficiency (efisiensi perusahaan/ keuangan), yaitu:
Perbandingan antara dollar yang dikeluarkan dan penghasilan yang masuk.
c. Social/ human efficiency (efisiensi kemanusiaan/ sosial), yaitu:
Perbandingan antara pengorbanan-pengorbanan manusia dan kepuasan atau kemanfaatan bagi manusia yang dapat dinikmati.
Efektivitas maupun efisiensi pada dasarnya dapat dipengaruhi dua faktor, yaitu Ilmu Manajemen dan Seni.
l Ilmu manajemen, manajemen dapat dipelajari dan tersusun atas bagian-bagian yang sistematis dalam rangka mencapai tujuan organisasi yaitu yang berupa efektivitas dan efesiensi.
l Seni, dengan adanya keahlian. Kemahiran, kemampuan, serta keterampilan dalam menerapkan prinsip, metode, dan teknik dalam menggunakan sumber daya akan mencapai efektivitas dan efisiensi. Misalnya kita ambil contohnya “menari”. ada dua orang belajar menari, yang seorang tidak punya hobi menari sedangkan yang satunya hobi menari. Sudah tentu gabungan ilmu menari dan bakat seni yang dimiliki orang kedua akan membuat dirinya lebih meyakinkan untuk menjadi penari profesional dibandingkan dengan orang pertama. Karena itu, orang yang akan memimpin suatu organisasi agar efektif dan efisien hendaknya memiliki ilmu manajemen dan bakat memimpin yang baik
C. Hubungan Efektivitas dan Efisiensi dalam Manajemen
Manajemen yang efisien (efficient operation) tidak membuang-buang sumber daya secara cuma-cuma dalam melaksanakan operasinya. Suatu operasi tidak efisien jika perusahaan mengguanakan sumber daya melebihi jumlah yang diperlukan. Penentuan efisiensi terpisah dengan efektivitas: Misalnya sebuah perusahaan dapat efektif dalam mencapai tujuan yang ditetapkan untuk operasinya, tetapi masih belum efisien. Sebaliknya, perusahaan yang efisien mungkin belum efektif jika gagal mencapai tujuan operasinya.Secara umum, organisasi yang berhasil adalah yang efisien dan efektif. Misalnya, suatu perusahaan dapat memproduksi televisi hitam putih dengan efisien tapi tidak akan berhasil karena televisi hitam putih tidak lagi populer. Perusahaan yang menghasilkan produk yang tidak diinginkan orang adalah perusahaan yang tidak efektif.
“Effectiveness” means doing the right things. “Efficiency” means doing them right.
D. Pola Pikir untuk Memperoleh Keefektivitasan dan Efisiensi dalam Manajemen
- Kunci Efektivitas dan Efisiensi dalam Manajemen
Kunci dari efektivitas adalah melakukan apa-apa yang membawa hasil dalam kualitas istimewa dalam lingkup tanggung jawab. Maka menjadi pribadi yang efektif artinya adalah menjadi seseorang yang menghasilkan efek yang powerful dan memang sejak awal pantas untuk diupayakan. Sementara kunci dari efisiensi adalah menjadikan kerjaan terselesaikan dalam cara-cara yang menghabiskan energi dan sumberdaya secukupnya saja.
Orang yang efisien biasanya memiliki karakteristik sebagai berikut:
i. Rapih dan terorganisir; dia bisa menemukan apa saja yang dia mau seperti benda atau dokumen, termasuk yang di komputer dengan cepa Rapih dan terorganisir; dia bisa menemukan apa saja yang dia mau seperti benda atau dokumen, termasuk yang di komputer dengan cepat.
ii.Dia bisa menggunakan beragam perangkat lunak seperti Microsoft Office atau semacamnya dengan amat cepat, dengan keterampilan mengetik yang baik, penggunaan shortcut, program tambahan ataupun yang lain.
iii.Dia bisa membuat email atau notifikasi apapun yang gampang dan mudah dimengerti, sehingga tidak perlu ada komunikasi balik untuk sekedar minta kejelasan.
iv.Dia bisa memimpin rapat dengan sedikit sekali distraksi, arahan yang tak melenceng, dan pengambilan keputusan yang cepat.
v. Dia bisa merampungkan tugas dengan cepat melalui pengorganisiran kerja yang baik, termasuk di dalamnya pendelegasian tugas.
Tapi itu semua harus dalam kerangka efektivitas, semisal:
i.Peran, fungsi dan job description yang dia miliki
ii.Key Performance Indikator yang dikenakan pada diri atau tim yang dia kelola
iii.Target apapun yang dibebankan pada dirinya (dengan anggapan bahwa target tersebut memang target yang memang layak untuk dijadikan target)
iv. Apa-apa yang memang itu merupakan hasrat terbesar pribadinya, atau yang merupakan pemenuhan dari bakat-bakat terbesar dari dirinya
Untuk bisa mencapai efektivitas, maka seorang manajer perlu secara terus menerus menghadapi pertanyaan berikut ini:
1.Apa saja kah yang saya lakukan dan itu perlu lebih sering lagi untuk dilakukan?
2.Apa saja kah yang saya lakukan dan itu perlu dikurangi?
3.Apa saja kah yang saya belum lakukan dan itu perlu mulai untuk dilakukan untuk bisa meraih hasil yang diinginkan?
4.Apakah yang saat ini biasa saya lakukan yang itu benar-benar harus saya hentikan?
Keempat pertanyaan di atas tidak hanya akan membuat manajer menjadi pribadi yang lebih efisien, namun juga efektif
Komentar
Posting Komentar